Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Wednesday, August 11, 2010

Kepak Rajawali

Rajawali merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia, dapat mencapai 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur itu, seekor rajaali harus membuat keputusan besar pada umurnya yang ke-40 tahun.

Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentu dada. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkan saat terbang. Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: Menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yang menyakitkan selama 150 hari.
Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung.
Pertama ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya dan kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu per satu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.
Lima bulan kemudian, bulu-bulu yang baru sudah tumbuh. Ia mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi.
Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang BESAR untuk memulai suatu proses PEMBARUAN. Berani membuang kebiasaan-kebiasaan lama yang mengikat, meskipun itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.
Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian kita sepenuhnya dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
Tantangan terbesar untuk berubah ada dalam diri sendiri dan kitalah sang penguasa atas diri kita sendiri!!

(tulisan ini dikirim oleh seorang sahabat di FH BUMN)

Friday, April 30, 2010

Senyumlah agar panjang umur

Rabu, 14 April 2010
10:47 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Rahasia panjang umur ternyata bisa sesederhana merekahnya sebuah senyuman. Semakin lebar senyum dan semakin dalam lipatan di sekitar mata Anda ketika tersenyum, semakin besar pula kemungkinan Anda untuk hidup lebih lama.

Kaitan antara senyum dan umur panjang ini diungkapkan oleh peneliti dalam riset yang dimuat di jurnal Psychological Science. Temuan baru ini menambah bukti lain bahwa hidup dengan kebahagiaan dan gembira memberi pengaruh kuat bagi kualitas kesehatan dan harapan hidup.

Peneliti percaya, lebarnya senyuman dan dalamnya kerutan di sekitar mata adalah cermin positif dari hidup seseorang yang dapat diterjemahkan dalam kesehatan jangka panjang yang lebih baik.

Kesimpulan ini merupakan hasil studi terhadap foto-foto berusia tua.

Para ahli dari Wayne State University, Michigan, meneliti 230 gambar pemain liga bisbol yang dicetak dengan data registrasi tahun 1952. Daftar ini memuat semua profil dan statistik pemain, seperti tanggal lahir, berat, status perkawinan, dan karier.

Para ahli lalu membuat peringkat pemain berdasarkan bentuk senyuman:

Ada kelompok pemain yang tak tersenyum sama sekali, tersenyum parsial (sebagian otot di sekitar mulut saja yang aktif), serta tersenyum lebar (ditandai tawa lepas dengan gigi yang tampak, pipi yang naik, dan lipatan di sekitar mata).

Foto-foto ini lalu dibandingkan dengan usia dan harapan hidup setiap pemain. Hasil analisis menunjukkan, 184 pemain tercatat sudah meninggal. Mereka yang masuk kategori "tanpa senyum" hidup dengan usia rata-rata 72,9 tahun.

Di antara kelompok "senyum parsial', harapan hidupnya rata-rata mencapai 75 tahun. Adapun mereka yang senyumnya paling lebar memiliki usia rata-rata 79,9 tahun atau tujuh tahun lebih panjang dari rekannya yang "jarang senyum".

Riset juga menemukan bahwa "senyuman palsu" tidak akan memberikan manfaat yang sama karena penambahan angka harapan hidup hanya terlihat pada pemain yang memiliki senyuman asli yang dikenal dengan Duchenne smiles.

Senyuman Duchenne mengaktifkan sekelompok otot di sekitar mulut dan mata. Istilah ini dimunculkan oleh seorang ahli saraf pada abad ke-19. Senyuman ini berbeda dengan senyum palsu yang hanya melibatkan otot di sekitar mulut.

Jadi mulai saat ini, tersenyumlah dengan lepas agar Anda tetap sehat dan panjang umur!

Monday, April 19, 2010

Kopi Tubruk Simbol Pergerakan Nasional

Dari Kompas, Senin, 5 April 2010 hal 33, ditulis oleh Andreas Maryoto

Sebagai penggemar kopi, khususnya kopi dan creamer saya sangat tertarik untuk menggali informasi dan pengetahuan tentang kopi…..
Para penikmat kopi saat ini banyak yang terbuai dengan “kemewahan” berbagai minuman kopi yang dihidangkan ala Italia. Cara menghidangkan kopi tradisional salah satunya adalah kopi tubruk. Kopi tubruk ini sempat menjadi lambang pergerakan nasional ketika mahasiswa Indonesia menimba ilmu di negeri Belanda.

Dalam sebuah pertemuan Perhimpunan Indonesia di Leiden seperti yang diberitakan tanggal 3 Oktober 1927 oleh jurnalis media Bintang Timoer yang tengah melancong ke sejumlah negeri di Eropa, Abdul Rivai, dikisahkan sejumlah mahasiswa Indonesia dari berbagai kota di Belanda seperti Den Haag, Leiden, Delft, Rotterdam dan Wageningen tengah berkumpul.

Dalam pertemuan itu, semua tata cara, kebiasaan dan berbagai atribut diusahakan berciri nasionaal. Beberapa national yang disebut antara lain adalah bahasa Jawa dan Melayu (untuk tidak menyebut Bahasa Belanda), berbagai makanan khas Indonesia dengan cara makan yang tidak menggunakan sendok tapi tangan, mereka bekerja gotong royong dari mulai urusan menyiapkan makanan sampai urusan berish-bersih, dan hanya pakaian yang disebut tidak nationaal.

Dari berbagai makanan dan minuman yang dihidangkan, salah satu yang menarik adalah kopi tubruk.>

Saturday, March 20, 2010

Semakin Miskin Karena Rokok

Indonesia adalah satu-satunya Negara di Asia Tenggara yang tidak menandatangani kesepakatan WHO untuk menghentikan kebiasaan meroko. Alasannya karena industry tembakau local menyediakan ratusan ribu lapangan kerja dan pajak dari rokok menyumbang 10-30 persen pendapatan pemerintah.

Ada fakta menarik tentang perilaku merokok masyarkaat kelas bawah kita.

Friday, March 19, 2010

Boss is Always Right ?

Artikel dari Experd ini..... saya suka...

Hubungan atasan-bawahan akan dirasakan sebagai neraka bila ada 'ketidakcocokan'. Tidak jarang individu berencana mengundurkan diri bila ia merasa akan terus berada di bawah bimbingan atasan tertentu. Di lain pihak, banyakkah individu yang kemudian benar-benar mengambil langkah mundur karena alasan tertentu? Tidak juga.

Pada dasarnya bawahan tidak bisa memilih atasan, sementara atasan lebih bebas memilih bawahan. Mau tidak mau bawahanlah yang harus menyelesaikan diri bagaimana pun kondisi atasan. Sebagai bawahan, dapatkah kita me-manage
hubungan menjadi mesra?

Belajar cara menyampaikan informasi
Atasan punya banyak cara berkomunikasi. Dari pengamatan, bawahan sering tidak merasa penting untuk menyesuaikan cara berkomunikasi. Atasan yang "mobile", misalnya, tidak sempat membaca laporan yang berlembar-lembar. Seni berhubungan dengan atasan adalah mengupayakan sedemikian rupa agar komunikasi 'sampai' pada atasan.

File lama (tulisan Menristek)

Membuka file lama....., tulisan Pak menteri (Kusmayanto Kadiman, masih menteri gak ya sekarang?) ini saya suka...

http://kusmayantoka diman.kompasiana .com/2009/ 08/02/brain- drain-%E2% 80%93-jangan- terkecoh/

Masih ingat film komedi berjudul The God Must Be Crazy dengan bintang kocak Xixo di tahun 1980? Xixo digambarkan sebagai kepala suku yang tinggal disebuah kawasan antah berantah yang jauh dari jamahan teknologi. Dalam bahasa gaul Xixo cs ini kita bilang gaptek.. Alkisah, sebuah botol CocaCola jatuh dari dari langit dan mendarat diperkampungan Xixo dkk. Botol ini digambarkan sebagai artefak teknologi yang bikin heboh kehidupan Xixo dan warganya.

Jika botol CocaCola itu kita misalkan internet maka kebanyakan dari kita juga bernasib seperti Xixo dan saudara-saudaranya. Sebagian langsung asyik bermain dan belajar serta menerima internet bak rejeki jatuh dari langit. Sebagian lagi sibuk membangun berbagai bentuk penghalang (firewall) karena ketakutan akan dampak negatif yang ikut bersama internet. Ada sekelompok insan yang dengan cerdas dan bijak melakukan pendampingan agar hanya manfaat saja yang diperoleh dari internet. Tapi ada pula yang membabi buta menempelken semua emblim negatif pada internet bahkan ada pula yang mengambil langkah ekstrim membabi-buta dengan ide fatwa haram. Lupa bahwa teknologi senantiasa bersifat dialektik bagaikan pisau bermata dua.

Wednesday, January 27, 2010

Seragam Biru Baru

SERAGAM BIRU BARU
DAN SEMANGAT WANITA UNTUK MAJU

Oleh: Nina Kurnia Dewi*
(dimuat di Republika, Januari 2006)

Berita mengenai adanya seragam baru untuk ibu-ibu PKK di Indonesia yang berwarna biru, sedikit membirukan perasaan para kader PKK yang secara tulus bersemangat untuk memajukan wanita, keluarga dan lingkungannya. Himbauan pembelian seragam baru berwarna biru di tengah tingginya harga bahan-bahan kebutuhan rumah tangga, tingginya biaya sekolah anak dan mungkin ancaman PHK suami, tidak dapat dikatakan sebagai sebuah kebijakan yang bijaksana pada saat ini.

Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai suatu gerakan pembangunan masyarakat akan menjadi berkurang nilainya jika diwarnai dengan penampilan mewah ibu-ibu pejabat pengurusnya, yang notabene adalah para istri pejabat pemerintahan. Masyarakat pada umumnya dan kader-kader PKK lapisan paling bawah (tingkat kelurahan, RW dan RT) yang langsung berhubungan dengan masyarakat akan lebih “sejuk” bila bertemu dengan ibu-ibu pembinanya yang berpenampilan sederhan dan bersahaja, namun “berisi” dalam wawasan dan arahannya.

Pembukuan Sederhana Bagi Wirausaha

PEMBUKUAN SEDERHANA
BAGI WIRAUSAHA

Oleh: Nina Kurnia Dewi (ditulis untuk sebuah acara temu wirausaha muda di Jakarta, Juni 2006)


Pembukuan adalah hal yang sangat penting bagi kelangsungan suatu bisnis. Bagi seorang wirausaha, kemampuan mencatat seluruh transaksi keuangan, paling tidak dengan cara yang paling sederhana, merupakan pengetahuan dasar yang harus dimiliki.

Pencatatan kegiatan keuangan tidak berarti harus menyewa atau mempekerjakan tenaga ahli atau khusus untuk kegiatan tersebut. Untuk para pemula (wirausaha baru), pencatatan transaksi keuangan dapat dilakukan sendiri, karena dari kebiasaan inilah akan diperoleh manfaat pengendalian usaha khususnya dari sisi finansial.

Beberapa kegunaan pembukuan adalah sebagai berikut:

Wednesday, December 02, 2009

Gembira dan Bahagia...

Setiap hari, harusnya selalu kita isi dengan gembira dan bahagia. Gembira karena semalam anak-anak masih meminta kita membacakan cerita, gembira karena pagi ini mereka masih bisa kita suapi dan sisir rambutnya...., gembira karena mereka masih meminta dan memanggil selalu "Mama...mama...". Itu semua akhirnya memberikan bahagia. Lain lagi ceritanya nanti, bila mereka sudah besar... dan sudah bisa melakukan apa saja dengan bantuan mereka sendiri. Permintaan mereka saat ini, harusnya kita sambut dengan gembira dan bahagia.....

Biasanya kita bersyukur bila mendapatkan sesuatu. Setiap saat, harusnya kita bersyukur dengan apapun nikmat yang Allah telah berikan, termasuk hal-hal abstrak di malam hari, seperti permintaan anak-anak di atas, atau bahkan senyuman yang kita terima dari seorang penjual kue di pinggir stasiun Juanda, seperti yang saya alami pagi ini.

Ya... tentunya gembira dan bahagia harus selalu ada, dan memberi semangat kita di hari ini....

Saturday, January 31, 2009

Honor Your Father and Mother

I got a message from my niece, "Please aunty, tell me about my grandmom and grandpa"........
Thanks darling, today you asked me to remember both of them, though at least five times a day, my tongue is always spelling pray for them..... Certainly both of them are the person behind me at all time. Hope what my writing here reminds me and you too.


In today's society, many sons and daughters are influenced by modern cultures, in which, stress personal freedom and independence of children. This "freedom" often distance themselves from their parents.

Islam underlines that, it is Father who is responsible for holding the family together and to command to obey Allah to the members of the family. As what Muhammad the Prophet said (Tirmizi):
"The pleasure of Allah lies in the pleasure of fathers, and the displeasure of Allah lies in the displeasure of fathers".

And it is said that
"Of all that a father can give to his children, the best is their good education and training (religiously)" (Mishat Book).

Then... take a moment to remember and think about the person that carried us for 9 months in her womb, experienced great hardship during pregnancy, suffered painful in delivering baby, responded to our cries...., fed and nurtured us, and awoke for us everynight...
That was mother.

Wednesday, January 14, 2009

Mari Berhaji Kala Muda (Catatan Haji 1)

MARI BERHAJI KALA MUDA!!





Alhamdulillah, kami tercatat sebagai jamaah haji tahun 2008. Prosesnya cukup mengejutkan, karena kami awalnya tidak menyangka akan berangkat secepat itu. Namun semua memang harus dijalani dengan gembira, karena ternyata berhaji di kala muda lebih baik (maaf, tidak mengurangi hormat bagi para haji yang memang berkesempatan pada saat usia sudah meninggi), karena 80% kegiatan jemaah haji adalah aktivitas fisik.

Kami pribadi sungguh ingin mengkampanyekan "Haji saat muda!". Sepanjang rumah, mobil, pendidikan anak sudah ada..... tak ada salahnya mendaftar haji, karena rumah kedua, mobil kedua, dll..... bisa kita pikirkan belakangan..... Sungguh, 40 hari mencari cintaNya di Mekah dan Madinah, membuat kami banyak bersyukur dan Insya Allah, menjadi lebih baik di masa yad.

Karena blog ini lahir dengan niatan mengabadikan momen2 indah dalam hidup untuk dapat dinikmati anak dan cucu serta mereka yang mau....., maka tulisan yang kami sunting di sini ditujukan agar dapat berguna bagi mereka yang akan berangkat haji. Bagi mereka yang sudah pernah mengunjungi tanah suci, ya... tulisan ini dapat menjadi nostalgia kiranya....,

Ikuti beberapa catatan haji kami berikut ini yang kami rangkum dari pengalaman ritual kami pada periode 9 November - 19 Desember 2008 di Mekkah dan Madinah:
  1. Berhaji ala backpacker, istilah kami untuk haji reguler karena bukan haji plus..., pada dasarnya merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Jatah waktu 40 hari berada di Mekkah dan Madinah adalah waktu yang panjang untuk banyak beribadah baik wajib dan sunnah. Hal ini sangat berbeda dengan haji plus, yang umumnya berwaktu singkat (sekitar 10-30 hari) saja.
  2. Pengetahuan berhaji, khususnya ritual haji sangat penting diketahui. Manasik haji memang penting diikuti, tapi pengalaman menunjukkan bahwa kalau belum melakukan apa dan bagaimana, sangat sulit untuk mengingat harus bagaimana kita di tanah suci. Jadi yang lebih utama, seringlah membaca buku petunjuk haji yang diberikan Depag (kita akan dapat 3 buku petunjuk), dan bawalah buku ini bersama kita di tanah suci. Sebagian jamaah agak lupa meluangkan waktu membaca buku-buku tersebut, sehingga sangat bergantung pada pembimbing atau teman.
  3. Ritual haji pada dasarnya hanya 4 - 5 hari, dimulai dengan berangkat ke Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah, bermalam di Muzdalifah, kemudian berada di Mina 2-3 hari. Sementara dengan jatah waktu 40 hari tersebut, berarti banyak ibadah sunah yang dapat dilakukan baik di Mekkah maupun Madinah, dan apa dan bagaimananya seringnya kelupaan untuk kita siapkan dari tanah air.
  4. Bekali diri dengan ilmu agama dan ibadah, karena kita akan punya waktu yang berlimpah di Masjidil Haram (Mekkah) dan di Masjid Nabawi (Madinah). Sebelum haji, bawa buku-buku tentang solat, dzikir, doa-doa, karena buku-buku itu akan berguna guna menambah frekuensi dan kualitas solat dan ibadah wajib sunah lainnya di tanah suci.

Catatan selanjutnya..... ikuti terus ya....

Tuesday, January 13, 2009

My speech in the ADS Farewell

Sekedar bernostalgia, 6 tahun yang lalu.....
Begitu kembali dari Australia dan selesai dengan studi S2 saya di UQ, saya dihubungi pihak ADS Jakarta. Mereka melakukan wawancara atas kesan dan pesan saya setelah selesai dengan beasiswa pemerintah Australia.
Karena ADS menganggap bahwa saya telah mendapat 'banyak' dari kesempatan beasiswa tersebut, mereka memilih saya untuk menjadi wakil student dan memberikan speech pada acara ADS Farewell di Jakarta.

This was my speech in the ADS Farewell in Jakarta: the original could be click on http://www.indo.ausaid.gov.au/featurestories/adsspeech.html


"I want to contribute back to my beloved country…"

Nina Kurnia Dewi is an Australian Development Scholarships (ADS) recepient. She gained her MBA from the University of Queensland, Brisbane, Australia and graduated in 2002. At the last ADS annual dinner, on September 3, 2003, Nina gave a speech, representing hundreds of ADS awardees and friends. Here is an excerpt of Nina's remarks.

Queena & Pediasure 2006


Akhirnya file-nya ketemu....!!

Jadi pada tahun 2006, alhamdulillah, tulisan ini mendapat penghargaan dari Pediasure sebagai Pemenang Harapan pada Lomba Mengarang dengan tema "Saat Indah Bersama Buah Hati".

Queena gembira sekali, dengan kebiasaannya minum susu dan segala darinya yang menginspirasiku...., hadiah pemenang harapan diperolehnya: 2 kaleng susu Pediasure besar gratis, tas ransel, tas cantik, jam dinding, kaleng menabung, notes, dll, dikirim ke rumah........

Dear Queena, Ilham & Taufiq, thanks for inspiring and keep supporting....


SAAT INDAH BERSAMA QUEENA
Oleh: Nina Kurnia Dewi

Malam ini kupandangi Queena dengan penuh kasih. Gadis kecil yang pintar menyanyi itu, anak keduaku, tengah tidur lelap dan tampak puas melepas lelahnya karena seharian bermain.

Anganku melayang jauh. Mengingat masa-masa yang tak terlupakan tiga tahun yang lalu. Masa ketika aku mengandungnya, melahirkannya dengan suatu operasi besar di sebuah rumah sakit di Brisbane, serta menyusuinya sambil harus menyelesaikan tugas-tugas belajar untuk gelar masterku. Queena adalah nama yang sengaja kuberikan, karena putri cantik inilah yang selalu membuatku bangga atas masa-masa indah yang harus kulalui dengan penuh semangat, di Queensland Australia.