Alhamdulillah ya Allah, Kau berikan kenikmatan "lain" pada keluarga kami.
Ilham dinyatakan typus per Senin, 29 Maret 2010 dan hari ini (tepatnya semalam) 31 Maret 2010 mulai menginap untuk perawatan di RS Bina Husada Cibinong.
Dan Queena, senin yl pulang sekolah juga panas dan radang di tenggorokan.
Tapi panas Queena hanya saat bangun tidur dan malam akan tidur....
Pagi ini 1 April 2010, tepat 43 tahun suamiku, aku dengna gembira menemani anak2ku beristirahat di rumah sakit.
Kedua mereka mengalami penurunan trombosit, tapi belum di bawah standarnya (150rb),m Ilham yang 151 ribu dan Queen yang 169 ribu, kami semua harus waspada. Dengan ciri itu dikhawatirkan mereka berdua terkena demam berdarah, tapi semoga ya Allah... dengan makan dan minum yang banyak, semoga trombosit keduanya menaik dengan signifikan sambil kurawat dan kutunggui keduanya dengan gembira, ikhlas dan syukur.
Cibinong, 1 April 2010 jam 12.44 WIB
Showing posts with label Ilqueen. Show all posts
Showing posts with label Ilqueen. Show all posts
Thursday, April 01, 2010
Friday, March 05, 2010
Like Mother Like Son
Alhamdulillahirobbil alamiiiin.
Kalimat ini dan air mata pagi ini menyeruak di sela kegembiraan dan kebahagiaan yang membuncah. Syukur padaMU ya Allah... dan tak bisa kubendung rinduku pada almarhum ibu....
Begini mungkin rasa gembira dan syukur karena berita terpilihnya Ilham anakku mewakili sekolah untuk Olimpiade IPA dan Siswa Teladan.
Long time ago.... when this just happened to me in the 5th grader of SD Panjang Wetan I Pekalongan, when I was appointed to the same selection represented the school.
Ibu.., begini ternyata rasanya diberi amanah Allah berupa anak yang diminta sekolahnya mewakili seleksi-seleksi yang membanggakan.
Ya Allah.., kutitip Ilham padaMu. Bimbing dan sinari dia dengan kecemerlangan ilmu, pekerti, karakter dan pribadi solih Nabi Muhammad padanya. Berikan kelancaran untuk segala urusan lelaki kecil kebanggaanku ini setiap saat. Panjangkan langkahnya untuk senantiasa berbuat yang utama bagi lingkungannya dan menjadikannya kebanggaan keluarga, dirinya sendiri dan juga lingkungannya.
Selamat bertanding anakku, di ajang Olimpiade IPA dan Siswa Teladan SD di Bogor.
Insya Allah, walau mama tak setiap saat di dekatmu, semangat dan hati mama senantiasa ada pada dirimu.
Jakarta, 5 Maret 2010
Kalimat ini dan air mata pagi ini menyeruak di sela kegembiraan dan kebahagiaan yang membuncah. Syukur padaMU ya Allah... dan tak bisa kubendung rinduku pada almarhum ibu....
Begini mungkin rasa gembira dan syukur karena berita terpilihnya Ilham anakku mewakili sekolah untuk Olimpiade IPA dan Siswa Teladan.
Long time ago.... when this just happened to me in the 5th grader of SD Panjang Wetan I Pekalongan, when I was appointed to the same selection represented the school.
Ibu.., begini ternyata rasanya diberi amanah Allah berupa anak yang diminta sekolahnya mewakili seleksi-seleksi yang membanggakan.
Ya Allah.., kutitip Ilham padaMu. Bimbing dan sinari dia dengan kecemerlangan ilmu, pekerti, karakter dan pribadi solih Nabi Muhammad padanya. Berikan kelancaran untuk segala urusan lelaki kecil kebanggaanku ini setiap saat. Panjangkan langkahnya untuk senantiasa berbuat yang utama bagi lingkungannya dan menjadikannya kebanggaan keluarga, dirinya sendiri dan juga lingkungannya.
Selamat bertanding anakku, di ajang Olimpiade IPA dan Siswa Teladan SD di Bogor.
Insya Allah, walau mama tak setiap saat di dekatmu, semangat dan hati mama senantiasa ada pada dirimu.
Jakarta, 5 Maret 2010
Sunday, December 06, 2009
Berenang
Bangun pagi yuk Nak..., hari ini kita berenang ya.
Mas dah pintar di 2 meter, tapi Adik jangan dulu. Ikuti perintah Pak Guru dan lakukan sebaik-baiknya.
Berenang membuat badan segar dan ini salah satu olah raga penting bela diri.
Yuk bangun pagi, makan dulu dan GOOOOOO.
Mas dah pintar di 2 meter, tapi Adik jangan dulu. Ikuti perintah Pak Guru dan lakukan sebaik-baiknya.
Berenang membuat badan segar dan ini salah satu olah raga penting bela diri.
Yuk bangun pagi, makan dulu dan GOOOOOO.
Thursday, December 03, 2009
Concern Queena
Pagi ini Ilham bangun sangat pagi. Jam 3.58 tepatnya 5 menit sebelum subuh....
Setelah azan, langsung diambilnya air wudhu dan Ilham membangunkan Bapak untuk bersama pergi ke masjid.
Tunaikan kewajiban pertamamu hari ini Nak..., ibu dengan gembira siapkan susu coklat hangat untukmu sebagai pelepas dahaga selepas subuh.
Selesai mandi, Ilham makan pagi. Dan jam 5.10, Ilham bangunkan adiknya dengan berulangkali memanggil "Queena..Queena, bangun-bangun" berkali-kali. "Ayo dik, bangun. Kita diantar Bapak ke sekolah hari ini. Makanya Mas bangun pagi-pagi sekali", demikian kata Ilham seraya menggoyang-goyangkan tubuh Queena yang masih terpendam di dalam bantal.
Tak seperti biasanya, Queena terbangun sambil ngambek dan menolak untuk diantar Bapak hari ini ke sekolah.
Seperti biasa, terjadilah pertarungan Ilham dan Queena untuk saling meminta dan menolak pergi ke sekolah bersama Bapak.
Heraaan, sekali. "Kenapa dik? Kenapa kok tumben menolak diantar Bapak ke sekolah pagi ini?", demikian pertanyaan yang kutujukan kepada anak bungsu cantik kami ini.
"Nggak mau! Besok aja pergi ke sekolah sama Bapak... jangan hari ini. Pokoknya adik gak mau!", demikian teriak Queena sambil masuk kamar mandi.
Selesai mandi, Queena tetap menggeleng kepala saat kami semua kembali bertanya padanya apakah mau berangkat bersama Bapak pagi ini. Mata Queena berkaca-kaca, ketika aku menghampiri dan memeluknya sambil membujuk halus agar Queena mau pergi hari ini. Dan Queena tetap menggeleng...., dan suamiku yang kadang keluar "keras"nya kemudian nyeletuk, "Piye to anakmu ini ma... kok keras banget!".
Ilham yang sedang tiduran di kursi panjang akhirnya mengalah "Ya sudah dik... Mas ikut jemputan saja sama adik hari ini. Iya deh.... kita ke sekolah bareng Bapak besok aja".
Tiba-tiba Queena juga teriak, "Gak mau.... Adik mau hari ini!". Lho?
Semua yang di rumah termasuk asisten setia kami, Mbak yah, jadi bingung. Jadi hari ini Mas dan Adik mau ke sekolah bersama Bapak atau dengan jemputan?
Tiba-tiba Ilham memberiku ide karena Ilham sedikit bergumam..... "Paling Abil ya?... permen karet ya?....". Yes, kataku. Kutangkap sinyal "ada sesuatu" dan perlunya komunikasi intens dengan gadis dan perjakaku ini, Queena dan Ilham.
Kuhampiri lagi Queena, dan kubisikkan, "Dik, kenapa? katanya adik mau cerita apa saja sama mama..., ayo cerita", demikian kataku sambil menyeka sisa-sisa air mandi di tubuh gadis rampingku ini.
"Adik mau diberi permen karet sama mbak Abil pagi ini..... Kan nanti pulang mbak Abil gak ikut jemputan, jadi ke sekolah bareng Bapak besok saja....".
Oooooi anakku, terima kasih sudah berterus terang. Jelas sudah semua, sirna sudah semua ketidak kompakanmu dan Mas Ilham pagi ini. Alhamdulilah ya Allah...., sudah kau mudahkan anak gadis kami mengemukakan pendapatnya, dan ini merupakan titik awal yang baik agar semua anggota keluarga bisa mendengar dan memahami mengapa Queena tak bersedia ke sekolah diantar Bapak pagi ini.
Insya Allah, besok pagi semua bangun pagi ya....., Jumat adalah hari yang paling pas ke sekolah bareng Bapak. Good bye semua salah sangka dan sengketa di pagi hari ini.
Terima kasih anak-anakku, binalah terus komunikasi... karena dengan komunikasi, semua masalah akan bisa selesai dengan senyum dan gembira.
alhamdulilahirabbil alamiiin......
Setelah azan, langsung diambilnya air wudhu dan Ilham membangunkan Bapak untuk bersama pergi ke masjid.
Tunaikan kewajiban pertamamu hari ini Nak..., ibu dengan gembira siapkan susu coklat hangat untukmu sebagai pelepas dahaga selepas subuh.
Selesai mandi, Ilham makan pagi. Dan jam 5.10, Ilham bangunkan adiknya dengan berulangkali memanggil "Queena..Queena, bangun-bangun" berkali-kali. "Ayo dik, bangun. Kita diantar Bapak ke sekolah hari ini. Makanya Mas bangun pagi-pagi sekali", demikian kata Ilham seraya menggoyang-goyangkan tubuh Queena yang masih terpendam di dalam bantal.
Tak seperti biasanya, Queena terbangun sambil ngambek dan menolak untuk diantar Bapak hari ini ke sekolah.
Seperti biasa, terjadilah pertarungan Ilham dan Queena untuk saling meminta dan menolak pergi ke sekolah bersama Bapak.
Heraaan, sekali. "Kenapa dik? Kenapa kok tumben menolak diantar Bapak ke sekolah pagi ini?", demikian pertanyaan yang kutujukan kepada anak bungsu cantik kami ini.
"Nggak mau! Besok aja pergi ke sekolah sama Bapak... jangan hari ini. Pokoknya adik gak mau!", demikian teriak Queena sambil masuk kamar mandi.
Selesai mandi, Queena tetap menggeleng kepala saat kami semua kembali bertanya padanya apakah mau berangkat bersama Bapak pagi ini. Mata Queena berkaca-kaca, ketika aku menghampiri dan memeluknya sambil membujuk halus agar Queena mau pergi hari ini. Dan Queena tetap menggeleng...., dan suamiku yang kadang keluar "keras"nya kemudian nyeletuk, "Piye to anakmu ini ma... kok keras banget!".
Ilham yang sedang tiduran di kursi panjang akhirnya mengalah "Ya sudah dik... Mas ikut jemputan saja sama adik hari ini. Iya deh.... kita ke sekolah bareng Bapak besok aja".
Tiba-tiba Queena juga teriak, "Gak mau.... Adik mau hari ini!". Lho?
Semua yang di rumah termasuk asisten setia kami, Mbak yah, jadi bingung. Jadi hari ini Mas dan Adik mau ke sekolah bersama Bapak atau dengan jemputan?
Tiba-tiba Ilham memberiku ide karena Ilham sedikit bergumam..... "Paling Abil ya?... permen karet ya?....". Yes, kataku. Kutangkap sinyal "ada sesuatu" dan perlunya komunikasi intens dengan gadis dan perjakaku ini, Queena dan Ilham.
Kuhampiri lagi Queena, dan kubisikkan, "Dik, kenapa? katanya adik mau cerita apa saja sama mama..., ayo cerita", demikian kataku sambil menyeka sisa-sisa air mandi di tubuh gadis rampingku ini.
"Adik mau diberi permen karet sama mbak Abil pagi ini..... Kan nanti pulang mbak Abil gak ikut jemputan, jadi ke sekolah bareng Bapak besok saja....".
Oooooi anakku, terima kasih sudah berterus terang. Jelas sudah semua, sirna sudah semua ketidak kompakanmu dan Mas Ilham pagi ini. Alhamdulilah ya Allah...., sudah kau mudahkan anak gadis kami mengemukakan pendapatnya, dan ini merupakan titik awal yang baik agar semua anggota keluarga bisa mendengar dan memahami mengapa Queena tak bersedia ke sekolah diantar Bapak pagi ini.
Insya Allah, besok pagi semua bangun pagi ya....., Jumat adalah hari yang paling pas ke sekolah bareng Bapak. Good bye semua salah sangka dan sengketa di pagi hari ini.
Terima kasih anak-anakku, binalah terus komunikasi... karena dengan komunikasi, semua masalah akan bisa selesai dengan senyum dan gembira.
alhamdulilahirabbil alamiiin......
Wednesday, December 02, 2009
Gembira dan Bahagia...
Setiap hari, harusnya selalu kita isi dengan gembira dan bahagia. Gembira karena semalam anak-anak masih meminta kita membacakan cerita, gembira karena pagi ini mereka masih bisa kita suapi dan sisir rambutnya...., gembira karena mereka masih meminta dan memanggil selalu "Mama...mama...". Itu semua akhirnya memberikan bahagia. Lain lagi ceritanya nanti, bila mereka sudah besar... dan sudah bisa melakukan apa saja dengan bantuan mereka sendiri. Permintaan mereka saat ini, harusnya kita sambut dengan gembira dan bahagia.....
Biasanya kita bersyukur bila mendapatkan sesuatu. Setiap saat, harusnya kita bersyukur dengan apapun nikmat yang Allah telah berikan, termasuk hal-hal abstrak di malam hari, seperti permintaan anak-anak di atas, atau bahkan senyuman yang kita terima dari seorang penjual kue di pinggir stasiun Juanda, seperti yang saya alami pagi ini.
Ya... tentunya gembira dan bahagia harus selalu ada, dan memberi semangat kita di hari ini....
Biasanya kita bersyukur bila mendapatkan sesuatu. Setiap saat, harusnya kita bersyukur dengan apapun nikmat yang Allah telah berikan, termasuk hal-hal abstrak di malam hari, seperti permintaan anak-anak di atas, atau bahkan senyuman yang kita terima dari seorang penjual kue di pinggir stasiun Juanda, seperti yang saya alami pagi ini.
Ya... tentunya gembira dan bahagia harus selalu ada, dan memberi semangat kita di hari ini....
Saturday, October 03, 2009
Modem Baru - Internet anywhere....
Alhamdulilah, hari ini sudah terbeli Mobile Partner, my new internet modem GSM.
Semoga sejak saat ini gak rebutan lagi sama Ilham-Queena dan bisa nge-net and kerja at anywhere.
Semoga sejak saat ini gak rebutan lagi sama Ilham-Queena dan bisa nge-net and kerja at anywhere.
Tuesday, July 14, 2009
Senin, 13 Juli 2009 adalah hari pertama Ilham & Queena masuk sekolah setelah 3 minggu berlibut.
Berbekal pengetahuan bahwa hari pertama diawali dengan penentuan kelas yang biasanya disampaikan melalui papan pengumuman dan rasa bahagia untuk kembali bersekolah setelah sekian lama main aja, maka Ilahm & Queena gembira sekali bangun pagi dan bersiap kembali ke sekolah.
Ilham yang tambah besar, perlu trik khusus agar baju kotak2 Bina Insani-nya masih bisa dipakai (Aku mengakalinya dengan meminta tetangga untuk membesarkan lipatan perut....). Dan Queen, tampaknya tak bermasalah degnan rok lamanya, karena hanya tingginya yang nambah, bukan perutnya.
Alhamdulilah...., mereka dijemput pagi sekali oleh Eyang Laras rekan jemputan kami yang sangat baik..., dan malam hari kami cek, beginilah hasil laporan hari pertama:
"Adik tadi dibantu mamanya Lili untuk bisa lihat papan pengumuman dan tahu adik di kelas 2 apa. Adik di kelas 2E mama...., guru wali kelas adik bernama Bu Leni, dari Tasikmalaya. Ketika ditanya apakah ada diantara teman-teman yang punya saudara di Tasikmalaya, terus adik angkat jari. Oya mama.... besok diminta bawa mukena, sandal dan buku referensi. Terus tadi koperasi rameeee sekali jadi adik dan mas gak bisa ke sana, terus berarti pesanan mama untuk beli badge besok aja ya..."
Demikian gadis kecilku nyerocos dengan cerianya menceritakan pengalaman pertama di hari pertama kelas 2 hari ini.
"Mas.... ya gitu deh sekarang di kelas 5D bareng sama Dewang. Besok gak diminta bawa apa-apa ma... hanya nyiapin buku referensi bahasa indonesia dan PLH. Oya, mas dipilih jadi ketua seksi rohani islam".
Laporan Ilham cukup singkat seperti biasa, tapi cukuplah melaporkan kegiatannya di hari pertama.
Ya Allah, terima kasih. Jadikanlah hari pertama mereka sebagai hari indah mereka mengawali jenjang lebih tinggi pendidikan dasar ini. Semoga keterampilan dan pengetahuannya meningkat dan juga kesolehan mereka terus meningkat. Amin ya Allah, telah kau berikan kami anak2 yang mandiri.
Berbekal pengetahuan bahwa hari pertama diawali dengan penentuan kelas yang biasanya disampaikan melalui papan pengumuman dan rasa bahagia untuk kembali bersekolah setelah sekian lama main aja, maka Ilahm & Queena gembira sekali bangun pagi dan bersiap kembali ke sekolah.
Ilham yang tambah besar, perlu trik khusus agar baju kotak2 Bina Insani-nya masih bisa dipakai (Aku mengakalinya dengan meminta tetangga untuk membesarkan lipatan perut....). Dan Queen, tampaknya tak bermasalah degnan rok lamanya, karena hanya tingginya yang nambah, bukan perutnya.
Alhamdulilah...., mereka dijemput pagi sekali oleh Eyang Laras rekan jemputan kami yang sangat baik..., dan malam hari kami cek, beginilah hasil laporan hari pertama:
"Adik tadi dibantu mamanya Lili untuk bisa lihat papan pengumuman dan tahu adik di kelas 2 apa. Adik di kelas 2E mama...., guru wali kelas adik bernama Bu Leni, dari Tasikmalaya. Ketika ditanya apakah ada diantara teman-teman yang punya saudara di Tasikmalaya, terus adik angkat jari. Oya mama.... besok diminta bawa mukena, sandal dan buku referensi. Terus tadi koperasi rameeee sekali jadi adik dan mas gak bisa ke sana, terus berarti pesanan mama untuk beli badge besok aja ya..."
Demikian gadis kecilku nyerocos dengan cerianya menceritakan pengalaman pertama di hari pertama kelas 2 hari ini.
"Mas.... ya gitu deh sekarang di kelas 5D bareng sama Dewang. Besok gak diminta bawa apa-apa ma... hanya nyiapin buku referensi bahasa indonesia dan PLH. Oya, mas dipilih jadi ketua seksi rohani islam".
Laporan Ilham cukup singkat seperti biasa, tapi cukuplah melaporkan kegiatannya di hari pertama.
Ya Allah, terima kasih. Jadikanlah hari pertama mereka sebagai hari indah mereka mengawali jenjang lebih tinggi pendidikan dasar ini. Semoga keterampilan dan pengetahuannya meningkat dan juga kesolehan mereka terus meningkat. Amin ya Allah, telah kau berikan kami anak2 yang mandiri.
Tuesday, June 02, 2009
Friday, February 20, 2009
Jarimatika
Anakku Queena merengek minta les jarimatika. Nduuuuk cah ayu, ibu melihatmu cukup dalam berhitung di usiamu yang 6 dan kelas 1-mu.
"Tapi adik ingin berhitung lebih cepat seperti teman adik di kelas, mama...".
Sudah lama dengar tentang jarimatika, dan akhirnya hari itu aku cari info sana-sini ttg jarimatika. Kudapat satu, untung masih tetangga...., dan untuk Queena, hari itu pula kudaftarkan jarimatika untuknya.
Kira2 gimana sih dengan jarimatika. Ada yang ingin diskusi?
"Tapi adik ingin berhitung lebih cepat seperti teman adik di kelas, mama...".
Sudah lama dengar tentang jarimatika, dan akhirnya hari itu aku cari info sana-sini ttg jarimatika. Kudapat satu, untung masih tetangga...., dan untuk Queena, hari itu pula kudaftarkan jarimatika untuknya.
Kira2 gimana sih dengan jarimatika. Ada yang ingin diskusi?
Wednesday, February 11, 2009
Pelatihan Renang
Masih dengan Ilham. Salah satu soal ulangan IPA adalah:
"Sebutkan upaya pemerintah untuk menanggulangi bencana banjir".
Dan jawaban Ilham untuk pertanyaan tersebut adalah:
"Memperlebar saluran air dan menyelenggarakan pelatihan renang".
Semoga ide anak kami yang tentunya dilandasi semangat dan kepolosan menghadapi banjir mendapat perhatian dari pemerintah. Amin.....
"Sebutkan upaya pemerintah untuk menanggulangi bencana banjir".
Dan jawaban Ilham untuk pertanyaan tersebut adalah:
"Memperlebar saluran air dan menyelenggarakan pelatihan renang".
Semoga ide anak kami yang tentunya dilandasi semangat dan kepolosan menghadapi banjir mendapat perhatian dari pemerintah. Amin.....
"Mengumpat ala Ilham"
Semalam kami tertawa membaca hasil ulangan IPA Ilham (4 SD) yang dibagikan. Pada salah satu pertanyaan ulangan tersebut yaitu:
"Apa yang harus kita lakukan bila terjadi gempa bumi?",
maka jawaban Ilham (point 1 dari 2 point benar seharusnya) yaitu:
"Melindungi kepala dan mengumpat".
Oiiii Mas Ilham, masa sedang ada bencana kita harus 'mengumpat'??. Jangan kacau dengan bahasa Jawa ya ..... ngumpet, umpetan. Mengumpat adalah mencaci maki, padahal maksud Ilham adalah "bersembunyi".
Semoga pembelajaran bersama tentang bahasa malam tadi membawa berkah bagi kita semua.
Tetap semangat berbahasa dan terus belajar, anakku.....
"Apa yang harus kita lakukan bila terjadi gempa bumi?",
maka jawaban Ilham (point 1 dari 2 point benar seharusnya) yaitu:
"Melindungi kepala dan mengumpat".
Oiiii Mas Ilham, masa sedang ada bencana kita harus 'mengumpat'??. Jangan kacau dengan bahasa Jawa ya ..... ngumpet, umpetan. Mengumpat adalah mencaci maki, padahal maksud Ilham adalah "bersembunyi".
Semoga pembelajaran bersama tentang bahasa malam tadi membawa berkah bagi kita semua.
Tetap semangat berbahasa dan terus belajar, anakku.....
Saturday, January 17, 2009
Ilham's Description
Ahad, 17 Januari 2009
Gembira rasanya, ketika mendengar cerita Ilham semalam bahwa dari hasil diskusi dengan teman-teman, membaca ensiklopedi dan bimbingan gurunya di dalam kelas, Ilham menulis diskripsi tentang kapal selam. Berikut ini tulisan Ilham (kelas 4 SD) di buku modul IPA, semoga keterampilan menulisnya terus terbina dan berkembang positif. Amin.
Kapal Selam
Kapal selam adalah kapal yang bisa menyelam ke dasar laut. Biasanya kapal selam digunakan untuk berperang. Kapal selam digerakkan generator/nuklir. Kapal selam juga dilengkapi oleh periskop untuk melihat keadaan di permukaan laut. Kapal selam terbuat dari baja dan kerangka ringan. Kapal selam juga mempunyai lambung air untuk masuk ke dalam air dan juga kapal selam bisa meluncurkan senjata/roket di dalam air. Kapal selam besarnya bisa mencapai sebesar pesawat dan tingginya melebihi 3 meter.
Gembira rasanya, ketika mendengar cerita Ilham semalam bahwa dari hasil diskusi dengan teman-teman, membaca ensiklopedi dan bimbingan gurunya di dalam kelas, Ilham menulis diskripsi tentang kapal selam. Berikut ini tulisan Ilham (kelas 4 SD) di buku modul IPA, semoga keterampilan menulisnya terus terbina dan berkembang positif. Amin.
Kapal Selam
Kapal selam adalah kapal yang bisa menyelam ke dasar laut. Biasanya kapal selam digunakan untuk berperang. Kapal selam digerakkan generator/nuklir. Kapal selam juga dilengkapi oleh periskop untuk melihat keadaan di permukaan laut. Kapal selam terbuat dari baja dan kerangka ringan. Kapal selam juga mempunyai lambung air untuk masuk ke dalam air dan juga kapal selam bisa meluncurkan senjata/roket di dalam air. Kapal selam besarnya bisa mencapai sebesar pesawat dan tingginya melebihi 3 meter.
Queena's Poem
Today, Queena asked me to accompany her to make some poem. That was the school assignment, and at the beginning Queena was not happy.
I tried to bring Queena to remember of what she did with the family in Bali. Alhamdulillah....., Queena could write what her thought, her own memories and feeling, when we were snorkling in Nusa Penida Bali, in November 2007.
Here is her poem, and she typed it herself. Alhamdulillah
Tamasyaku
Saat aku dan keluargaku ke Pulau Bali
Aku bermain snorkling bersama kakak dan ayahku
Aku gembira melihat ikan-ikan di dalam air
Dan aku gembira memberi makan ikan-ikan itu
Basah kuyup roti tawarku
Ikan-ikan itu belum mau makan rotiku
Kami tertawa gembira
Dan ibu yang menunggu di perahu pun ikut gembira
Oleh : Queena Nabila H.
Kelas : 1B
SD Bina Insani Bogor
I tried to bring Queena to remember of what she did with the family in Bali. Alhamdulillah....., Queena could write what her thought, her own memories and feeling, when we were snorkling in Nusa Penida Bali, in November 2007.
Here is her poem, and she typed it herself. Alhamdulillah
Tamasyaku
Saat aku dan keluargaku ke Pulau Bali
Aku bermain snorkling bersama kakak dan ayahku
Aku gembira melihat ikan-ikan di dalam air
Dan aku gembira memberi makan ikan-ikan itu
Basah kuyup roti tawarku
Ikan-ikan itu belum mau makan rotiku
Kami tertawa gembira
Dan ibu yang menunggu di perahu pun ikut gembira
Oleh : Queena Nabila H.
Kelas : 1B
SD Bina Insani Bogor
Ilham's Poem
This is Ilham's poem when he was in grade 3 SD Bina Insani:
Pantaiku
Pantaiku kau indah sekali
Ombak ombak yang berdebur
Lebih indah lagi apabila aku berenang melihat terumbu karang dan ikan ikan
Tapi sayang banyak manusia yang tidak peduli terhadap kau
Oh pantaiku akan kujaga selalu
Pantaiku
Pantaiku kau indah sekali
Ombak ombak yang berdebur
Lebih indah lagi apabila aku berenang melihat terumbu karang dan ikan ikan
Tapi sayang banyak manusia yang tidak peduli terhadap kau
Oh pantaiku akan kujaga selalu
Tuesday, January 13, 2009
ADS Feature Story (2003)
Once it published in the ADS and AusAID website, I was congratulating Ilham & Queena and Taufiq, as their support, love and.... that their picture was also on the internet!!!. See at http://www.kangguru.org/aussiealumni.htm
From Miracle to Another Miracle
Nina Kurnia Dewi born in Pekalongan, Central Java,18 May 1971. Graduated from Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University (IPB) in 1993, she was awarded an Australian Development Scholarship to pursue further study at the University of Queensland, Brisbane, Australia and completed her MBA on December 2002. Mother of two, Nina now is working as Credit Monitoring Manager at one of the state owned companies (Perum Sarana Pengembangan Usaha) in Jakarta, where she coordinates all of the credit monitoring activities, controls the credit performance and solves non-performing loan problems.
It was a kind of day dream for me when in 1999 I was thinking to continue my study. Master degree? In Australia? No. No way, that's impossible. Australia is too far. Too expensive. I was not even able to fund my postgraduate study in my hometown Jakarta.
At that time, I was just an ordinary employee in one of the state owned companies in Jakarta. I wanted to further my education but there was neither allowance nor subsidy from my office for that purpose. It was also a dream to finance the study using my own income.
From Miracle to Another Miracle
Nina Kurnia Dewi born in Pekalongan, Central Java,18 May 1971. Graduated from Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University (IPB) in 1993, she was awarded an Australian Development Scholarship to pursue further study at the University of Queensland, Brisbane, Australia and completed her MBA on December 2002. Mother of two, Nina now is working as Credit Monitoring Manager at one of the state owned companies (Perum Sarana Pengembangan Usaha) in Jakarta, where she coordinates all of the credit monitoring activities, controls the credit performance and solves non-performing loan problems.
It was a kind of day dream for me when in 1999 I was thinking to continue my study. Master degree? In Australia? No. No way, that's impossible. Australia is too far. Too expensive. I was not even able to fund my postgraduate study in my hometown Jakarta.
At that time, I was just an ordinary employee in one of the state owned companies in Jakarta. I wanted to further my education but there was neither allowance nor subsidy from my office for that purpose. It was also a dream to finance the study using my own income.
Queena & Pediasure 2006

Akhirnya file-nya ketemu....!!
Jadi pada tahun 2006, alhamdulillah, tulisan ini mendapat penghargaan dari Pediasure sebagai Pemenang Harapan pada Lomba Mengarang dengan tema "Saat Indah Bersama Buah Hati".
Queena gembira sekali, dengan kebiasaannya minum susu dan segala darinya yang menginspirasiku...., hadiah pemenang harapan diperolehnya: 2 kaleng susu Pediasure besar gratis, tas ransel, tas cantik, jam dinding, kaleng menabung, notes, dll, dikirim ke rumah........
Dear Queena, Ilham & Taufiq, thanks for inspiring and keep supporting....
SAAT INDAH BERSAMA QUEENA
Oleh: Nina Kurnia Dewi
Malam ini kupandangi Queena dengan penuh kasih. Gadis kecil yang pintar menyanyi itu, anak keduaku, tengah tidur lelap dan tampak puas melepas lelahnya karena seharian bermain.
Anganku melayang jauh. Mengingat masa-masa yang tak terlupakan tiga tahun yang lalu. Masa ketika aku mengandungnya, melahirkannya dengan suatu operasi besar di sebuah rumah sakit di Brisbane, serta menyusuinya sambil harus menyelesaikan tugas-tugas belajar untuk gelar masterku. Queena adalah nama yang sengaja kuberikan, karena putri cantik inilah yang selalu membuatku bangga atas masa-masa indah yang harus kulalui dengan penuh semangat, di Queensland Australia.
Oleh: Nina Kurnia Dewi
Malam ini kupandangi Queena dengan penuh kasih. Gadis kecil yang pintar menyanyi itu, anak keduaku, tengah tidur lelap dan tampak puas melepas lelahnya karena seharian bermain.
Anganku melayang jauh. Mengingat masa-masa yang tak terlupakan tiga tahun yang lalu. Masa ketika aku mengandungnya, melahirkannya dengan suatu operasi besar di sebuah rumah sakit di Brisbane, serta menyusuinya sambil harus menyelesaikan tugas-tugas belajar untuk gelar masterku. Queena adalah nama yang sengaja kuberikan, karena putri cantik inilah yang selalu membuatku bangga atas masa-masa indah yang harus kulalui dengan penuh semangat, di Queensland Australia.
Tuesday, April 29, 2008
Nilai Jelek Ilham
Tadi malam, dengan wajah menyesal, Ilham menunjukkan nilai Ujian Kompetensi Matematikanya yang hanya 40. Banyak kesalahan yang dibuat karena salah menghitung saja, bukan karena tidak tahu.
Tema kompetensi waktu itu untuk matematika adalah tentang bangun, luas dan keliling bangun datar. Ilham waktu itu belajar dengan Bapak, dan kata Bapak sudah cukup mantap. Tapi kenyataannya.... nilainya hanya 40, ooooo sungguh mengecewakan.
Pagi ini Ibu sms Bu Juju, dan katanya akan ada kesempatan perbaikan untuk yang nilainya 6 ke bawah yaitu pada Sabtu, 10 Mei 2008 jam 7.30 di Bina Insani.
Inysa Allah Ilham akan hadir di tanggal tersebut, dan sebelumnya akan belajar untuk mengejar ketinggalan ini.....
Tema kompetensi waktu itu untuk matematika adalah tentang bangun, luas dan keliling bangun datar. Ilham waktu itu belajar dengan Bapak, dan kata Bapak sudah cukup mantap. Tapi kenyataannya.... nilainya hanya 40, ooooo sungguh mengecewakan.
Pagi ini Ibu sms Bu Juju, dan katanya akan ada kesempatan perbaikan untuk yang nilainya 6 ke bawah yaitu pada Sabtu, 10 Mei 2008 jam 7.30 di Bina Insani.
Inysa Allah Ilham akan hadir di tanggal tersebut, dan sebelumnya akan belajar untuk mengejar ketinggalan ini.....
Monday, April 28, 2008
Apresiasi Seni Bina Insani 2008
Hari Sabtu lalu, 26 April 2008, kami sekeluarga hadir dalam acara Apresiasi Seni ke-8 SD Bina Insani. Mas Ilham menjadi aktor pada acara keluarga kali ini, how eager he was to attend the event :)).
Kami semua tahu, Mas yang ikut ekstra kurikuler sepak bola, telah gigih dan capek berlatih dalam sebulan terakhir ini. Pada hari itu, baru kami tahu kalau ekskul sepak bola tampil jam 14.00. Hari itu sempat terjadi sedikit kerisauan di keluarga kami. Everybody was not happy, karena beberapa hal:
jadwal pentas sepak bola yang siang (Mas Ilham yang tahu sebelumnya tapi tidak memberi tahu), sedikit kecewanya Mas Ilham karena kami datang terlambat sehingga dia tidak bisa ikut acara defile kontingen ekskul, adik yang harus bolos sekolah dan Ibu lupa mengirim sms ijin ke Bu Melan (guru Adik TK Tegar Beriman), Bapak yang capek karena sudah buru-buru tapi tetap telat dan adanya kewajiban les piano di Tante Lisa.
Puncaknya, sedikit tragedi terjadi pada 11.30. Bapak melempar bawaan kami saat ibu jongkok di depan tukang es krim untuk menuruti permintaan adik beli es krim........ everybody is dissapointed.
Kami semua batal datang les piano seperti yang diminta Bapak yaitu jam 12.00 (padahal Ibu sudah telpon tante Lisa, dan ybs bersedia berikan waktu jam 12 untuk kami), adik yang sedikit rewel karena gagal beli es krim dan mas yang manyun antara pingin tetap di sekolah atau pergi les.
Kami akhirnya solah dzuhur dulu di masjid Bina Insani. Di sela itu, ibu sempat beli roti Lapis Surabaya yang ditawarkan orang untuk membiayai anaknya yang kena kanker otak di RSCM (::?). Setelah solat, semua sibuk dengan urusan sendiri. Ibu dan adik yang beli bakso, mas yang beli minum, dan bapak yang entah ada di mana.
Jam 14.00 Mas Ilham dan tim sepak bola/futsal SD Bina Insani diumumkan untuk menunjukkan kebolehannya di lapangan pentas. Ibu melihat Mas Ilham begitu bersemangat menendang bola dan melakukan sparing dengan temannya. Mas tampak selalu berhasil menendang bola dengan kepalanya, disertai keringat yang berceceran di wajahnya yang menghitam karena lelah. Tim sepak bola telah tampil maksimal, walau sang pelatih katanya sedang sakit dan tidak bisa hadir di acara itu.
Ibu, Bapak dan dik Queena mengucapkan selamat pada Mas Ilham seusai acara. Walau mas belum mendapat piala sebagai peserta atau anggota tim sepak bola/futsal terbaik di sekolah, tapi semangat dan upaya mas telah menyejukkan kita semua. Selamat ya Mas Ilham..... semoga jerih payah latihan bola selama ini berguna untuk menambah keterampilanmu bermain sepak bola di kelak kemudian hari.
Kami terus ke rumah tante Lisa, tapi karena tante Lisa masih keluar rumah, maka kami makan siang dulu di RM Sunda pojok Jl. Soleh Iskandar. Lumayan enak, semua orang makan ayam bakar dan capcae. Kami jadi les sampai jam 16.00.
Alhamdulilah, weekend kali ini bisa menjadi cerita yang tak terlupa.
Kami semua tahu, Mas yang ikut ekstra kurikuler sepak bola, telah gigih dan capek berlatih dalam sebulan terakhir ini. Pada hari itu, baru kami tahu kalau ekskul sepak bola tampil jam 14.00. Hari itu sempat terjadi sedikit kerisauan di keluarga kami. Everybody was not happy, karena beberapa hal:
jadwal pentas sepak bola yang siang (Mas Ilham yang tahu sebelumnya tapi tidak memberi tahu), sedikit kecewanya Mas Ilham karena kami datang terlambat sehingga dia tidak bisa ikut acara defile kontingen ekskul, adik yang harus bolos sekolah dan Ibu lupa mengirim sms ijin ke Bu Melan (guru Adik TK Tegar Beriman), Bapak yang capek karena sudah buru-buru tapi tetap telat dan adanya kewajiban les piano di Tante Lisa.
Puncaknya, sedikit tragedi terjadi pada 11.30. Bapak melempar bawaan kami saat ibu jongkok di depan tukang es krim untuk menuruti permintaan adik beli es krim........ everybody is dissapointed.
Kami semua batal datang les piano seperti yang diminta Bapak yaitu jam 12.00 (padahal Ibu sudah telpon tante Lisa, dan ybs bersedia berikan waktu jam 12 untuk kami), adik yang sedikit rewel karena gagal beli es krim dan mas yang manyun antara pingin tetap di sekolah atau pergi les.
Kami akhirnya solah dzuhur dulu di masjid Bina Insani. Di sela itu, ibu sempat beli roti Lapis Surabaya yang ditawarkan orang untuk membiayai anaknya yang kena kanker otak di RSCM (::?). Setelah solat, semua sibuk dengan urusan sendiri. Ibu dan adik yang beli bakso, mas yang beli minum, dan bapak yang entah ada di mana.
Jam 14.00 Mas Ilham dan tim sepak bola/futsal SD Bina Insani diumumkan untuk menunjukkan kebolehannya di lapangan pentas. Ibu melihat Mas Ilham begitu bersemangat menendang bola dan melakukan sparing dengan temannya. Mas tampak selalu berhasil menendang bola dengan kepalanya, disertai keringat yang berceceran di wajahnya yang menghitam karena lelah. Tim sepak bola telah tampil maksimal, walau sang pelatih katanya sedang sakit dan tidak bisa hadir di acara itu.
Ibu, Bapak dan dik Queena mengucapkan selamat pada Mas Ilham seusai acara. Walau mas belum mendapat piala sebagai peserta atau anggota tim sepak bola/futsal terbaik di sekolah, tapi semangat dan upaya mas telah menyejukkan kita semua. Selamat ya Mas Ilham..... semoga jerih payah latihan bola selama ini berguna untuk menambah keterampilanmu bermain sepak bola di kelak kemudian hari.
Kami terus ke rumah tante Lisa, tapi karena tante Lisa masih keluar rumah, maka kami makan siang dulu di RM Sunda pojok Jl. Soleh Iskandar. Lumayan enak, semua orang makan ayam bakar dan capcae. Kami jadi les sampai jam 16.00.
Alhamdulilah, weekend kali ini bisa menjadi cerita yang tak terlupa.
Thursday, April 24, 2008
Our family's guests last night
Last night we got guests from the vilage. They are Sawi and Rukayah's parents. Sawi is our home maid, my lovely assistant, that at the moment, she is a 9 month pregnant. Approaching her baby's born day, her parents are coming to welcome, and visit and enjoy some 'different' homy Cibinong city.
Sawi took her life at the early of this month, and her responsibility to take care of our home and children handed over to Rukayah, Sawi's younger sister.
So far, everything is ok. Rukayah handled 2 houses, which is ours and our neighbors. How tired she must be!!! And the promise is, after delivering baby, Sawi will join us again, to serve and play with Ilham & Queena.
The guest last night, the parents of our lovely homemaid, seemed happy to visit and see us. They put many hope to us, and off course, to their children, Sawi and Yah.
Our family is very happy to welcome and know you both, Pak and Bu Mertoinangun. Hope the friendship will never lasting.
What a wonderful world...........
Sawi took her life at the early of this month, and her responsibility to take care of our home and children handed over to Rukayah, Sawi's younger sister.
So far, everything is ok. Rukayah handled 2 houses, which is ours and our neighbors. How tired she must be!!! And the promise is, after delivering baby, Sawi will join us again, to serve and play with Ilham & Queena.
The guest last night, the parents of our lovely homemaid, seemed happy to visit and see us. They put many hope to us, and off course, to their children, Sawi and Yah.
Our family is very happy to welcome and know you both, Pak and Bu Mertoinangun. Hope the friendship will never lasting.
What a wonderful world...........
Monday, April 21, 2008
Queena's First Writing
On Thursday, 17 April 2008, Queena wrote:
"Hari ini aku senang dan gembira. Dan kawan-kawanku baik hati. Aku pulang untung jemputanku datang, aku nunggu lama. Untung aku tidak main di belakang. Kalo main di belakang aku ditinggal".
Alhamdulillahirobbil alamiin. Queena, Ibu is really happy. Your writing is wonderful for your age. This is really a good thing on you. Write what you feel sweet heart, and you could share what you thought to others.
Subscribe to:
Posts (Atom)