Tuesday, December 15, 2009

Pendidikan Berkarakter

Pagi ini, kubaca tulisan ttg Pendidikan yang membangun Karakter.
Beberapa catatan penting diposting di blog ini, for further use.

Salah Satu poin penting tugas pendidikan adalah mebangun karakter (character building) anak didik. Karakter merupakan standar-standar batin yang terimplementasi dalam berbagai bentuk kualitas diri. Kareakter diri dilandasi nilai-nilai serta cara berpikir berdasarkan nilai-nilai tersebut dan terwujud di dalam perilaku.
Indonesia Heritage Foundation merumuskan beberapa bentuk karakter yang harus ada dalam setiap individu bangsa Indonesia diantaranya adalah: cinta kepada Allah dan semesta beserta isinya, tanggung jawab, disiplin dan mandiri, jujur, hormat dan santun, kasih saying, peduli dan kerjasama, percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan, baik dan rendah hati dan toleransi , cinta damai dan persatuan.
Sementara itu, character counts di Amerika mengidentifikasikan bahwa karakter-karakter yang menjadi pilar adalah: dapat dipercaya (truthworthiness), rasa hormat dan perhatian (respect), tanggung jawab (responsibility), jujur (fairness), peduli (caring), kewarganegaraan (citizenship), ketulusan (honestly), berani (courage), tekun (diligence) dan integritas.
Pada intinya bentuk karakter apapun yang dirumuskan harus tetap berlandaskan pada nilai-nilai universal.

Saturday, December 05, 2009

Berenang

Bangun pagi yuk Nak..., hari ini kita berenang ya.
Mas dah pintar di 2 meter, tapi Adik jangan dulu. Ikuti perintah Pak Guru dan lakukan sebaik-baiknya.
Berenang membuat badan segar dan ini salah satu olah raga penting bela diri.
Yuk bangun pagi, makan dulu dan GOOOOOO.

Thursday, December 03, 2009

Concern Queena

Pagi ini Ilham bangun sangat pagi. Jam 3.58 tepatnya 5 menit sebelum subuh....
Setelah azan, langsung diambilnya air wudhu dan Ilham membangunkan Bapak untuk bersama pergi ke masjid.
Tunaikan kewajiban pertamamu hari ini Nak..., ibu dengan gembira siapkan susu coklat hangat untukmu sebagai pelepas dahaga selepas subuh.

Selesai mandi, Ilham makan pagi. Dan jam 5.10, Ilham bangunkan adiknya dengan berulangkali memanggil "Queena..Queena, bangun-bangun" berkali-kali. "Ayo dik, bangun. Kita diantar Bapak ke sekolah hari ini. Makanya Mas bangun pagi-pagi sekali", demikian kata Ilham seraya menggoyang-goyangkan tubuh Queena yang masih terpendam di dalam bantal.
Tak seperti biasanya, Queena terbangun sambil ngambek dan menolak untuk diantar Bapak hari ini ke sekolah.
Seperti biasa, terjadilah pertarungan Ilham dan Queena untuk saling meminta dan menolak pergi ke sekolah bersama Bapak.
Heraaan, sekali. "Kenapa dik? Kenapa kok tumben menolak diantar Bapak ke sekolah pagi ini?", demikian pertanyaan yang kutujukan kepada anak bungsu cantik kami ini.
"Nggak mau! Besok aja pergi ke sekolah sama Bapak... jangan hari ini. Pokoknya adik gak mau!", demikian teriak Queena sambil masuk kamar mandi.

Selesai mandi, Queena tetap menggeleng kepala saat kami semua kembali bertanya padanya apakah mau berangkat bersama Bapak pagi ini. Mata Queena berkaca-kaca, ketika aku menghampiri dan memeluknya sambil membujuk halus agar Queena mau pergi hari ini. Dan Queena tetap menggeleng...., dan suamiku yang kadang keluar "keras"nya kemudian nyeletuk, "Piye to anakmu ini ma... kok keras banget!".

Ilham yang sedang tiduran di kursi panjang akhirnya mengalah "Ya sudah dik... Mas ikut jemputan saja sama adik hari ini. Iya deh.... kita ke sekolah bareng Bapak besok aja".
Tiba-tiba Queena juga teriak, "Gak mau.... Adik mau hari ini!". Lho?
Semua yang di rumah termasuk asisten setia kami, Mbak yah, jadi bingung. Jadi hari ini Mas dan Adik mau ke sekolah bersama Bapak atau dengan jemputan?
Tiba-tiba Ilham memberiku ide karena Ilham sedikit bergumam..... "Paling Abil ya?... permen karet ya?....". Yes, kataku. Kutangkap sinyal "ada sesuatu" dan perlunya komunikasi intens dengan gadis dan perjakaku ini, Queena dan Ilham.
Kuhampiri lagi Queena, dan kubisikkan, "Dik, kenapa? katanya adik mau cerita apa saja sama mama..., ayo cerita", demikian kataku sambil menyeka sisa-sisa air mandi di tubuh gadis rampingku ini.
"Adik mau diberi permen karet sama mbak Abil pagi ini..... Kan nanti pulang mbak Abil gak ikut jemputan, jadi ke sekolah bareng Bapak besok saja....".
Oooooi anakku, terima kasih sudah berterus terang. Jelas sudah semua, sirna sudah semua ketidak kompakanmu dan Mas Ilham pagi ini. Alhamdulilah ya Allah...., sudah kau mudahkan anak gadis kami mengemukakan pendapatnya, dan ini merupakan titik awal yang baik agar semua anggota keluarga bisa mendengar dan memahami mengapa Queena tak bersedia ke sekolah diantar Bapak pagi ini.

Insya Allah, besok pagi semua bangun pagi ya....., Jumat adalah hari yang paling pas ke sekolah bareng Bapak. Good bye semua salah sangka dan sengketa di pagi hari ini.

Terima kasih anak-anakku, binalah terus komunikasi... karena dengan komunikasi, semua masalah akan bisa selesai dengan senyum dan gembira.

alhamdulilahirabbil alamiiin......

Tuesday, December 01, 2009

Gembira dan Bahagia...

Setiap hari, harusnya selalu kita isi dengan gembira dan bahagia. Gembira karena semalam anak-anak masih meminta kita membacakan cerita, gembira karena pagi ini mereka masih bisa kita suapi dan sisir rambutnya...., gembira karena mereka masih meminta dan memanggil selalu "Mama...mama...". Itu semua akhirnya memberikan bahagia. Lain lagi ceritanya nanti, bila mereka sudah besar... dan sudah bisa melakukan apa saja dengan bantuan mereka sendiri. Permintaan mereka saat ini, harusnya kita sambut dengan gembira dan bahagia.....

Biasanya kita bersyukur bila mendapatkan sesuatu. Setiap saat, harusnya kita bersyukur dengan apapun nikmat yang Allah telah berikan, termasuk hal-hal abstrak di malam hari, seperti permintaan anak-anak di atas, atau bahkan senyuman yang kita terima dari seorang penjual kue di pinggir stasiun Juanda, seperti yang saya alami pagi ini.

Ya... tentunya gembira dan bahagia harus selalu ada, dan memberi semangat kita di hari ini....

Monday, November 30, 2009

Taipei-Beijing Nov 2009




Visiting Chiang Kai-shek Memorial Hall in Taipei and also Great Wall in Beijing...


All was beautiful....


Hope sometime I could write what I learnt from the Chinese people, and share in this blog.

Snow in Beijing 2009


Visiting Beijing during the winter was such a fabulous moment for me.

Thanks God, finally I could see the snow, eventhough I was having living abroad some years ago.... but I never saw it until the Beijing moment this year was coming.

It was all... Subhanallah....

Saturday, October 03, 2009

Modem Baru - Internet anywhere....

Alhamdulilah, hari ini sudah terbeli Mobile Partner, my new internet modem GSM.
Semoga sejak saat ini gak rebutan lagi sama Ilham-Queena dan bisa nge-net and kerja at anywhere.

Monday, July 13, 2009


Senin, 13 Juli 2009 adalah hari pertama Ilham & Queena masuk sekolah setelah 3 minggu berlibut.
Berbekal pengetahuan bahwa hari pertama diawali dengan penentuan kelas yang biasanya disampaikan melalui papan pengumuman dan rasa bahagia untuk kembali bersekolah setelah sekian lama main aja, maka Ilahm & Queena gembira sekali bangun pagi dan bersiap kembali ke sekolah.
Ilham yang tambah besar, perlu trik khusus agar baju kotak2 Bina Insani-nya masih bisa dipakai (Aku mengakalinya dengan meminta tetangga untuk membesarkan lipatan perut....). Dan Queen, tampaknya tak bermasalah degnan rok lamanya, karena hanya tingginya yang nambah, bukan perutnya.

Alhamdulilah...., mereka dijemput pagi sekali oleh Eyang Laras rekan jemputan kami yang sangat baik..., dan malam hari kami cek, beginilah hasil laporan hari pertama:

"Adik tadi dibantu mamanya Lili untuk bisa lihat papan pengumuman dan tahu adik di kelas 2 apa. Adik di kelas 2E mama...., guru wali kelas adik bernama Bu Leni, dari Tasikmalaya. Ketika ditanya apakah ada diantara teman-teman yang punya saudara di Tasikmalaya, terus adik angkat jari. Oya mama.... besok diminta bawa mukena, sandal dan buku referensi. Terus tadi koperasi rameeee sekali jadi adik dan mas gak bisa ke sana, terus berarti pesanan mama untuk beli badge besok aja ya..."
Demikian gadis kecilku nyerocos dengan cerianya menceritakan pengalaman pertama di hari pertama kelas 2 hari ini.

"Mas.... ya gitu deh sekarang di kelas 5D bareng sama Dewang. Besok gak diminta bawa apa-apa ma... hanya nyiapin buku referensi bahasa indonesia dan PLH. Oya, mas dipilih jadi ketua seksi rohani islam".
Laporan Ilham cukup singkat seperti biasa, tapi cukuplah melaporkan kegiatannya di hari pertama.

Ya Allah, terima kasih. Jadikanlah hari pertama mereka sebagai hari indah mereka mengawali jenjang lebih tinggi pendidikan dasar ini. Semoga keterampilan dan pengetahuannya meningkat dan juga kesolehan mereka terus meningkat. Amin ya Allah, telah kau berikan kami anak2 yang mandiri.