I got a message from my niece, "Please aunty, tell me about my grandmom and grandpa"........
Thanks darling, today you asked me to remember both of them, though at least five times a day, my tongue is always spelling pray for them..... Certainly both of them are the person behind me at all time. Hope what my writing here reminds me and you too.
In today's society, many sons and daughters are influenced by modern cultures, in which, stress personal freedom and independence of children. This "freedom" often distance themselves from their parents.
Islam underlines that, it is Father who is responsible for holding the family together and to command to obey Allah to the members of the family. As what Muhammad the Prophet said (Tirmizi):
"The pleasure of Allah lies in the pleasure of fathers, and the displeasure of Allah lies in the displeasure of fathers".
And it is said that
"Of all that a father can give to his children, the best is their good education and training (religiously)" (Mishat Book).
Then... take a moment to remember and think about the person that carried us for 9 months in her womb, experienced great hardship during pregnancy, suffered painful in delivering baby, responded to our cries...., fed and nurtured us, and awoke for us everynight...
That was mother.
Saturday, January 31, 2009
Saturday, January 17, 2009
Ilham's Description
Ahad, 17 Januari 2009
Gembira rasanya, ketika mendengar cerita Ilham semalam bahwa dari hasil diskusi dengan teman-teman, membaca ensiklopedi dan bimbingan gurunya di dalam kelas, Ilham menulis diskripsi tentang kapal selam. Berikut ini tulisan Ilham (kelas 4 SD) di buku modul IPA, semoga keterampilan menulisnya terus terbina dan berkembang positif. Amin.
Kapal Selam
Kapal selam adalah kapal yang bisa menyelam ke dasar laut. Biasanya kapal selam digunakan untuk berperang. Kapal selam digerakkan generator/nuklir. Kapal selam juga dilengkapi oleh periskop untuk melihat keadaan di permukaan laut. Kapal selam terbuat dari baja dan kerangka ringan. Kapal selam juga mempunyai lambung air untuk masuk ke dalam air dan juga kapal selam bisa meluncurkan senjata/roket di dalam air. Kapal selam besarnya bisa mencapai sebesar pesawat dan tingginya melebihi 3 meter.
Gembira rasanya, ketika mendengar cerita Ilham semalam bahwa dari hasil diskusi dengan teman-teman, membaca ensiklopedi dan bimbingan gurunya di dalam kelas, Ilham menulis diskripsi tentang kapal selam. Berikut ini tulisan Ilham (kelas 4 SD) di buku modul IPA, semoga keterampilan menulisnya terus terbina dan berkembang positif. Amin.
Kapal Selam
Kapal selam adalah kapal yang bisa menyelam ke dasar laut. Biasanya kapal selam digunakan untuk berperang. Kapal selam digerakkan generator/nuklir. Kapal selam juga dilengkapi oleh periskop untuk melihat keadaan di permukaan laut. Kapal selam terbuat dari baja dan kerangka ringan. Kapal selam juga mempunyai lambung air untuk masuk ke dalam air dan juga kapal selam bisa meluncurkan senjata/roket di dalam air. Kapal selam besarnya bisa mencapai sebesar pesawat dan tingginya melebihi 3 meter.
Queena's Poem
Today, Queena asked me to accompany her to make some poem. That was the school assignment, and at the beginning Queena was not happy.
I tried to bring Queena to remember of what she did with the family in Bali. Alhamdulillah....., Queena could write what her thought, her own memories and feeling, when we were snorkling in Nusa Penida Bali, in November 2007.
Here is her poem, and she typed it herself. Alhamdulillah
Tamasyaku
Saat aku dan keluargaku ke Pulau Bali
Aku bermain snorkling bersama kakak dan ayahku
Aku gembira melihat ikan-ikan di dalam air
Dan aku gembira memberi makan ikan-ikan itu
Basah kuyup roti tawarku
Ikan-ikan itu belum mau makan rotiku
Kami tertawa gembira
Dan ibu yang menunggu di perahu pun ikut gembira
Oleh : Queena Nabila H.
Kelas : 1B
SD Bina Insani Bogor
I tried to bring Queena to remember of what she did with the family in Bali. Alhamdulillah....., Queena could write what her thought, her own memories and feeling, when we were snorkling in Nusa Penida Bali, in November 2007.
Here is her poem, and she typed it herself. Alhamdulillah
Tamasyaku
Saat aku dan keluargaku ke Pulau Bali
Aku bermain snorkling bersama kakak dan ayahku
Aku gembira melihat ikan-ikan di dalam air
Dan aku gembira memberi makan ikan-ikan itu
Basah kuyup roti tawarku
Ikan-ikan itu belum mau makan rotiku
Kami tertawa gembira
Dan ibu yang menunggu di perahu pun ikut gembira
Oleh : Queena Nabila H.
Kelas : 1B
SD Bina Insani Bogor
Ilham's Poem
This is Ilham's poem when he was in grade 3 SD Bina Insani:
Pantaiku
Pantaiku kau indah sekali
Ombak ombak yang berdebur
Lebih indah lagi apabila aku berenang melihat terumbu karang dan ikan ikan
Tapi sayang banyak manusia yang tidak peduli terhadap kau
Oh pantaiku akan kujaga selalu
Pantaiku
Pantaiku kau indah sekali
Ombak ombak yang berdebur
Lebih indah lagi apabila aku berenang melihat terumbu karang dan ikan ikan
Tapi sayang banyak manusia yang tidak peduli terhadap kau
Oh pantaiku akan kujaga selalu
Wednesday, January 14, 2009
Mari Berhaji Kala Muda (Catatan Haji 1)
Alhamdulillah, kami tercatat sebagai jamaah haji tahun 2008. Prosesnya cukup mengejutkan, karena kami awalnya tidak menyangka akan berangkat secepat itu. Namun semua memang harus dijalani dengan gembira, karena ternyata berhaji di kala muda lebih baik (maaf, tidak mengurangi hormat bagi para haji yang memang berkesempatan pada saat usia sudah meninggi), karena 80% kegiatan jemaah haji adalah aktivitas fisik.
Kami pribadi sungguh ingin mengkampanyekan "Haji saat muda!". Sepanjang rumah, mobil, pendidikan anak sudah ada..... tak ada salahnya mendaftar haji, karena rumah kedua, mobil kedua, dll..... bisa kita pikirkan belakangan..... Sungguh, 40 hari mencari cintaNya di Mekah dan Madinah, membuat kami banyak bersyukur dan Insya Allah, menjadi lebih baik di masa yad.
Karena blog ini lahir dengan niatan mengabadikan momen2 indah dalam hidup untuk dapat dinikmati anak dan cucu serta mereka yang mau....., maka tulisan yang kami sunting di sini ditujukan agar dapat berguna bagi mereka yang akan berangkat haji. Bagi mereka yang sudah pernah mengunjungi tanah suci, ya... tulisan ini dapat menjadi nostalgia kiranya....,
Ikuti beberapa catatan haji kami berikut ini yang kami rangkum dari pengalaman ritual kami pada periode 9 November - 19 Desember 2008 di Mekkah dan Madinah:
- Berhaji ala backpacker, istilah kami untuk haji reguler karena bukan haji plus..., pada dasarnya merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Jatah waktu 40 hari berada di Mekkah dan Madinah adalah waktu yang panjang untuk banyak beribadah baik wajib dan sunnah. Hal ini sangat berbeda dengan haji plus, yang umumnya berwaktu singkat (sekitar 10-30 hari) saja.
- Pengetahuan berhaji, khususnya ritual haji sangat penting diketahui. Manasik haji memang penting diikuti, tapi pengalaman menunjukkan bahwa kalau belum melakukan apa dan bagaimana, sangat sulit untuk mengingat harus bagaimana kita di tanah suci. Jadi yang lebih utama, seringlah membaca buku petunjuk haji yang diberikan Depag (kita akan dapat 3 buku petunjuk), dan bawalah buku ini bersama kita di tanah suci. Sebagian jamaah agak lupa meluangkan waktu membaca buku-buku tersebut, sehingga sangat bergantung pada pembimbing atau teman.
- Ritual haji pada dasarnya hanya 4 - 5 hari, dimulai dengan berangkat ke Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah, bermalam di Muzdalifah, kemudian berada di Mina 2-3 hari. Sementara dengan jatah waktu 40 hari tersebut, berarti banyak ibadah sunah yang dapat dilakukan baik di Mekkah maupun Madinah, dan apa dan bagaimananya seringnya kelupaan untuk kita siapkan dari tanah air.
- Bekali diri dengan ilmu agama dan ibadah, karena kita akan punya waktu yang berlimpah di Masjidil Haram (Mekkah) dan di Masjid Nabawi (Madinah). Sebelum haji, bawa buku-buku tentang solat, dzikir, doa-doa, karena buku-buku itu akan berguna guna menambah frekuensi dan kualitas solat dan ibadah wajib sunah lainnya di tanah suci.
Catatan selanjutnya..... ikuti terus ya....
Tuesday, January 13, 2009
My speech in the ADS Farewell
Sekedar bernostalgia, 6 tahun yang lalu.....
Begitu kembali dari Australia dan selesai dengan studi S2 saya di UQ, saya dihubungi pihak ADS Jakarta. Mereka melakukan wawancara atas kesan dan pesan saya setelah selesai dengan beasiswa pemerintah Australia.
Karena ADS menganggap bahwa saya telah mendapat 'banyak' dari kesempatan beasiswa tersebut, mereka memilih saya untuk menjadi wakil student dan memberikan speech pada acara ADS Farewell di Jakarta.
This was my speech in the ADS Farewell in Jakarta: the original could be click on http://www.indo.ausaid.gov.au/featurestories/adsspeech.html
"I want to contribute back to my beloved country…"
Nina Kurnia Dewi is an Australian Development Scholarships (ADS) recepient. She gained her MBA from the University of Queensland, Brisbane, Australia and graduated in 2002. At the last ADS annual dinner, on September 3, 2003, Nina gave a speech, representing hundreds of ADS awardees and friends. Here is an excerpt of Nina's remarks.
Begitu kembali dari Australia dan selesai dengan studi S2 saya di UQ, saya dihubungi pihak ADS Jakarta. Mereka melakukan wawancara atas kesan dan pesan saya setelah selesai dengan beasiswa pemerintah Australia.
Karena ADS menganggap bahwa saya telah mendapat 'banyak' dari kesempatan beasiswa tersebut, mereka memilih saya untuk menjadi wakil student dan memberikan speech pada acara ADS Farewell di Jakarta.
This was my speech in the ADS Farewell in Jakarta: the original could be click on http://www.indo.ausaid.gov.au/featurestories/adsspeech.html
"I want to contribute back to my beloved country…"
Nina Kurnia Dewi is an Australian Development Scholarships (ADS) recepient. She gained her MBA from the University of Queensland, Brisbane, Australia and graduated in 2002. At the last ADS annual dinner, on September 3, 2003, Nina gave a speech, representing hundreds of ADS awardees and friends. Here is an excerpt of Nina's remarks.
ADS Feature Story (2003)
Once it published in the ADS and AusAID website, I was congratulating Ilham & Queena and Taufiq, as their support, love and.... that their picture was also on the internet!!!. See at http://www.kangguru.org/aussiealumni.htm
From Miracle to Another Miracle
Nina Kurnia Dewi born in Pekalongan, Central Java,18 May 1971. Graduated from Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University (IPB) in 1993, she was awarded an Australian Development Scholarship to pursue further study at the University of Queensland, Brisbane, Australia and completed her MBA on December 2002. Mother of two, Nina now is working as Credit Monitoring Manager at one of the state owned companies (Perum Sarana Pengembangan Usaha) in Jakarta, where she coordinates all of the credit monitoring activities, controls the credit performance and solves non-performing loan problems.
It was a kind of day dream for me when in 1999 I was thinking to continue my study. Master degree? In Australia? No. No way, that's impossible. Australia is too far. Too expensive. I was not even able to fund my postgraduate study in my hometown Jakarta.
At that time, I was just an ordinary employee in one of the state owned companies in Jakarta. I wanted to further my education but there was neither allowance nor subsidy from my office for that purpose. It was also a dream to finance the study using my own income.
From Miracle to Another Miracle
Nina Kurnia Dewi born in Pekalongan, Central Java,18 May 1971. Graduated from Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University (IPB) in 1993, she was awarded an Australian Development Scholarship to pursue further study at the University of Queensland, Brisbane, Australia and completed her MBA on December 2002. Mother of two, Nina now is working as Credit Monitoring Manager at one of the state owned companies (Perum Sarana Pengembangan Usaha) in Jakarta, where she coordinates all of the credit monitoring activities, controls the credit performance and solves non-performing loan problems.
It was a kind of day dream for me when in 1999 I was thinking to continue my study. Master degree? In Australia? No. No way, that's impossible. Australia is too far. Too expensive. I was not even able to fund my postgraduate study in my hometown Jakarta.
At that time, I was just an ordinary employee in one of the state owned companies in Jakarta. I wanted to further my education but there was neither allowance nor subsidy from my office for that purpose. It was also a dream to finance the study using my own income.
Queena & Pediasure 2006

Akhirnya file-nya ketemu....!!
Jadi pada tahun 2006, alhamdulillah, tulisan ini mendapat penghargaan dari Pediasure sebagai Pemenang Harapan pada Lomba Mengarang dengan tema "Saat Indah Bersama Buah Hati".
Queena gembira sekali, dengan kebiasaannya minum susu dan segala darinya yang menginspirasiku...., hadiah pemenang harapan diperolehnya: 2 kaleng susu Pediasure besar gratis, tas ransel, tas cantik, jam dinding, kaleng menabung, notes, dll, dikirim ke rumah........
Dear Queena, Ilham & Taufiq, thanks for inspiring and keep supporting....
SAAT INDAH BERSAMA QUEENA
Oleh: Nina Kurnia Dewi
Malam ini kupandangi Queena dengan penuh kasih. Gadis kecil yang pintar menyanyi itu, anak keduaku, tengah tidur lelap dan tampak puas melepas lelahnya karena seharian bermain.
Anganku melayang jauh. Mengingat masa-masa yang tak terlupakan tiga tahun yang lalu. Masa ketika aku mengandungnya, melahirkannya dengan suatu operasi besar di sebuah rumah sakit di Brisbane, serta menyusuinya sambil harus menyelesaikan tugas-tugas belajar untuk gelar masterku. Queena adalah nama yang sengaja kuberikan, karena putri cantik inilah yang selalu membuatku bangga atas masa-masa indah yang harus kulalui dengan penuh semangat, di Queensland Australia.
Oleh: Nina Kurnia Dewi
Malam ini kupandangi Queena dengan penuh kasih. Gadis kecil yang pintar menyanyi itu, anak keduaku, tengah tidur lelap dan tampak puas melepas lelahnya karena seharian bermain.
Anganku melayang jauh. Mengingat masa-masa yang tak terlupakan tiga tahun yang lalu. Masa ketika aku mengandungnya, melahirkannya dengan suatu operasi besar di sebuah rumah sakit di Brisbane, serta menyusuinya sambil harus menyelesaikan tugas-tugas belajar untuk gelar masterku. Queena adalah nama yang sengaja kuberikan, karena putri cantik inilah yang selalu membuatku bangga atas masa-masa indah yang harus kulalui dengan penuh semangat, di Queensland Australia.
Subscribe to:
Posts (Atom)