- MENGELOLA HUBUNGAN DAN
LOYALITAS PELANGGAN
Oleh: Nina Kurnia Dewi*
Secara tradisional, pemasaran selalu menekankan upaya menarik pelanggan baru. Dalam hal ini kegiatan pemasaran hanya terfokus pada kegiatan menawarkan atau menjual produk yang dimiliki kepada calon konsumen. Namun demikian perusahaan-perusahaan yang dikelola dengan baik akan bekerja keras untuk melakukan kegiatan pemasaran yang sebenarnya yaitu kegiatan mengelola dan mempertahankan kesetiaan konsumen tersebut untuk tetap menggunakan produk barang atau jasa yang ditawarkan. Sebuah pernyataan populer terkait dengan hal ini adalah “perusahaan harus mengeluarkan biaya lima hingga sepuluh kali lebih besar untuk menarik pelanggan baru daripada yang dibutuhkan untuk menerapkan strategi mempertahankan pelanggan yang telah ada”.
Thursday, July 19, 2007
Marketing Relationship
Kredit UMKM & Kendala Agunan
KUCURAN KREDIT UMKM
DAN KENDALA AGUNAN
Oleh: Nina Kurnia Dewi
(Analis Penjaminan Kredit Perum SPU)
Minggu lalu ketika Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah, mengunjungi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Yogyakarta, disampaikan bahwa pangsa pasar UMKM yang saat ini telah dikerjakan oleh perbankan baru sekitar 30 persen. Belajar dari sejarah terutama di masa krisis beberapa tahun silam dan tuntutan penggairahan kegiatan ekonomi saat ini, maka UMKM merupakan pilihan terbaik untuk menjadi bagian dari strategi bisnis perbankan di Indonesia.
UMKM memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar. Pada masa sulit sekarang ini, UMKM cukup luwes menyikapi kenaikan BBM dan kenaikan harga faktor-faktor produksi lainnya. Dalam hal ini, walaupun dengan berat hati dan karena tidak ada pilihan lain, UMKM dapat “mudah” menurunkan margin keuntungannya dan menyesuaikan dengan berubahnya harga produksi. Selain itu, UMKM dapat menjadi mitra pemerintah dalam mengurangi tingginya angka pengangguran di tanah air. Dengan jumlah UMKM yang lebih dari 42 juta unit usaha di seluruh Indonesia saat ini, bila masing-masing menampung satu saja tenaga kerja baru, maka permasalahan pengangguran akan sangat terbantu. Hal lainnya, dengan kemampuan menghasilkan keuntungan rata-rata di atas 30 persen, UMKM merupakan aktor ekonomi tangguh yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan lebih lanjut. Bila kemampuan tersebut diimbangi dengan pemanfaatan teknologi dan penerapan manajemen yang baik, UMKM dapat membantu pemerintah untuk menggerakkan sektor riil.
DAN KENDALA AGUNAN
Oleh: Nina Kurnia Dewi
(Analis Penjaminan Kredit Perum SPU)
Minggu lalu ketika Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah, mengunjungi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Yogyakarta, disampaikan bahwa pangsa pasar UMKM yang saat ini telah dikerjakan oleh perbankan baru sekitar 30 persen. Belajar dari sejarah terutama di masa krisis beberapa tahun silam dan tuntutan penggairahan kegiatan ekonomi saat ini, maka UMKM merupakan pilihan terbaik untuk menjadi bagian dari strategi bisnis perbankan di Indonesia.
UMKM memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar. Pada masa sulit sekarang ini, UMKM cukup luwes menyikapi kenaikan BBM dan kenaikan harga faktor-faktor produksi lainnya. Dalam hal ini, walaupun dengan berat hati dan karena tidak ada pilihan lain, UMKM dapat “mudah” menurunkan margin keuntungannya dan menyesuaikan dengan berubahnya harga produksi. Selain itu, UMKM dapat menjadi mitra pemerintah dalam mengurangi tingginya angka pengangguran di tanah air. Dengan jumlah UMKM yang lebih dari 42 juta unit usaha di seluruh Indonesia saat ini, bila masing-masing menampung satu saja tenaga kerja baru, maka permasalahan pengangguran akan sangat terbantu. Hal lainnya, dengan kemampuan menghasilkan keuntungan rata-rata di atas 30 persen, UMKM merupakan aktor ekonomi tangguh yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan lebih lanjut. Bila kemampuan tersebut diimbangi dengan pemanfaatan teknologi dan penerapan manajemen yang baik, UMKM dapat membantu pemerintah untuk menggerakkan sektor riil.
Artikel Kontan Mei 2006
BAGAIMANA MENYIASATI AGUNAN KREDIT
Oleh: Nina Kurnia Dewi*
Anda seorang pengusaha mikro, kecil, menengah atau pengurus koperasi? Masih ingat kapan terakhir mengajukan kredit ke bank atau lembaga penyalur kredit lainnya? Agunan, mungkin menjadi pertanyaan yang sampai sekarang belum Anda temukan jawabannya.
Akses Permodalan Selama ini, para pengusaha mikro, kecil, menengah atau koperasi (UKMK) kita umumnya masih sulit meningkatkan kapasitas usaha akibat kurangnya modal. Akses terhadap pembiayaan hingga saat ini masih dianggap sebagai hambatan bagi UKMK untuk dapat tumbuh dan sukses. Bagi sebagian besar UKMK, perbankan dan lembaga pembiayaan lainnya masih dianggap sangat sulit diakses. Untuk dapat memperoleh kredit, perbankan atau lembaga penyalur pembiayaan lain dianggap masih memiliki syarat yang mengikat dan prosedur yang tidak mudah.
Oleh: Nina Kurnia Dewi*
Anda seorang pengusaha mikro, kecil, menengah atau pengurus koperasi? Masih ingat kapan terakhir mengajukan kredit ke bank atau lembaga penyalur kredit lainnya? Agunan, mungkin menjadi pertanyaan yang sampai sekarang belum Anda temukan jawabannya.
Akses Permodalan Selama ini, para pengusaha mikro, kecil, menengah atau koperasi (UKMK) kita umumnya masih sulit meningkatkan kapasitas usaha akibat kurangnya modal. Akses terhadap pembiayaan hingga saat ini masih dianggap sebagai hambatan bagi UKMK untuk dapat tumbuh dan sukses. Bagi sebagian besar UKMK, perbankan dan lembaga pembiayaan lainnya masih dianggap sangat sulit diakses. Untuk dapat memperoleh kredit, perbankan atau lembaga penyalur pembiayaan lain dianggap masih memiliki syarat yang mengikat dan prosedur yang tidak mudah.
Visit Bangkok Sept 2006
Sudah lupa persisnya.....
yang jelas pada Sept 2006 yang lalu (he..he.. sudah 3 tahun lalu), saya berkesempatan mendampingi Direksi perusahaan untuk mengikuti konferensi di Malaysia. Tapi karena konferensi selesai pada hari Kamis, maka perjalanan dilanjutkan ke Bangkok, sekedar refreshing dan cuci mata....
Waktu itu PM nya masih Taksin Sinawatra... dan ini adalah fotoku waktu berkunjung ke toko milik keluarga Taksin. Toko suvenir yg dirancang cukup eksklusif... weleh... ada penutup kepala segala di sana, kerudung tepatnya. Ok juga Pak Taksin itu.
Ternya tak lama setelah itu beliau dilengser....
yang jelas pada Sept 2006 yang lalu (he..he.. sudah 3 tahun lalu), saya berkesempatan mendampingi Direksi perusahaan untuk mengikuti konferensi di Malaysia. Tapi karena konferensi selesai pada hari Kamis, maka perjalanan dilanjutkan ke Bangkok, sekedar refreshing dan cuci mata....
Waktu itu PM nya masih Taksin Sinawatra... dan ini adalah fotoku waktu berkunjung ke toko milik keluarga Taksin. Toko suvenir yg dirancang cukup eksklusif... weleh... ada penutup kepala segala di sana, kerudung tepatnya. Ok juga Pak Taksin itu.
Ternya tak lama setelah itu beliau dilengser....
Credit Guarantee, a Solution for SMEs
Economically speaking, the role of small and medium enterprises (SMEs) including micro enterprises and cooperative is very significant in Indonesian economy. This is because SMEs are not only able to react flexibly and sensitively during the period of economic crisis, but also increase competitiveness and expedite the economic growth. Furthermore, SMEs are playing an important social–political role by creating more jobs and helping to distribute income to the poor.
According to the data from the Ministry of Cooperatives and SMEs, in the year 2000 the number of SMEs was amounting to 38.7 million business units and this number grew very vast that in 2004 the number was about 44 million or 99% from the total number of Indonesian business units. In quantity, the number of the SMEs is such powerful resource for the economic growth. But in reality, this number is not yet supported by excellent capability for further growth and development. This is because generally SMEs have some limitations such as marketing, product development and quality; business management, technological improvement and especially, SMEs are really poor in access to finance.
According to the data from the Ministry of Cooperatives and SMEs, in the year 2000 the number of SMEs was amounting to 38.7 million business units and this number grew very vast that in 2004 the number was about 44 million or 99% from the total number of Indonesian business units. In quantity, the number of the SMEs is such powerful resource for the economic growth. But in reality, this number is not yet supported by excellent capability for further growth and development. This is because generally SMEs have some limitations such as marketing, product development and quality; business management, technological improvement and especially, SMEs are really poor in access to finance.
Say Good Bye to Ibu
Ini dia Queena. Hari ini dia bangun pagi dengan rencana wants to
"say good bye" pada Ibu.
Terima kasih Nak.....
Dengan bangun pagimu, hari ini bagi ibu menjadi lebih indah, karena ternyata Queena juga mengantar Ibu sampai Ibu bertemu teman yang satu jemputan.
Have a great day with your new uniform, darling.
Wednesday, July 18, 2007
Telpon Queena siang ini
Queena menelponku siang ini, menanyakan kemana keong Mas Ilham.
Memang, dini hari tadi Ibu melihat keong itu di depan kamar mandi Nak....., Ibu juga heran, kenapa keong Mas Ilham jalan begitu jauh dari meja makan ke pintu kamar mandi. Bunda Nining yang membantu ambil keong itu... dan mengembalikan lagi ke tempatnya di meja makan.
Kalau kau menanyakan apakah Mas Ilham marah kalau keong itu ternyata telah "lari" lagi...., Ibu yakin Mas Ilham gak akan marah. Memang keong itu lincah, selincah Mas Ilham pemiliknya.
Yang penting keong dik Queena masih ada kan?
Memelihara hewan adalah salah satu cara kita mengagumi ciptaan Allah, anakku. Begitu besarnya kuasa Allah dan menakjubkannya ciptaanNya, seperti keong itu yang bisa turun dari meja, berjalan melewati tivi dan kemudian parkir di depan kamar mandi.
Jangan lupakan penciptaMu anakku....., kalau kita saja kagum melihat ciptaanNya, apalagi Dia. ..... Dia memang Maha Segalanya.
Salam rindu Ibu dari kantor untuk Dik Queena yang selalu peduli.
Memang, dini hari tadi Ibu melihat keong itu di depan kamar mandi Nak....., Ibu juga heran, kenapa keong Mas Ilham jalan begitu jauh dari meja makan ke pintu kamar mandi. Bunda Nining yang membantu ambil keong itu... dan mengembalikan lagi ke tempatnya di meja makan.
Kalau kau menanyakan apakah Mas Ilham marah kalau keong itu ternyata telah "lari" lagi...., Ibu yakin Mas Ilham gak akan marah. Memang keong itu lincah, selincah Mas Ilham pemiliknya.
Yang penting keong dik Queena masih ada kan?
Memelihara hewan adalah salah satu cara kita mengagumi ciptaan Allah, anakku. Begitu besarnya kuasa Allah dan menakjubkannya ciptaanNya, seperti keong itu yang bisa turun dari meja, berjalan melewati tivi dan kemudian parkir di depan kamar mandi.
Jangan lupakan penciptaMu anakku....., kalau kita saja kagum melihat ciptaanNya, apalagi Dia. ..... Dia memang Maha Segalanya.
Salam rindu Ibu dari kantor untuk Dik Queena yang selalu peduli.
Subscribe to:
Posts (Atom)